Advertisement
Belajar Islam

9 Keistimewaan Jika Kita Memiliki Sifat Lunak Dalam Berdagang, Hutang & Larangan Mengurangi Timbangan

9 Keistimewaan Jika Kita Memiliki Sifat Lunak Dalam Berdagang, Hutang & Larangan Mengurangi Timbangan – Sebagai manusia yang beragama dan memiliki iman, tentunya kita harus mentaati dan mencoba yang terbaik untuk tidak melakukan apa yang dilarang oleh Allah.

Allah berfirman:
“Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.”

(QS. Al Baqarah:215)


Allah berfirman:
“Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.”

(QS. Hud: 85)


Kebajikan apapun yang kamu lakukan sesungguhnya diketahui dengan jelas oleh Allah, dan Allah akan memberikan pahala berlipat ganda tanpa mengurangi sedikitpun.

Berikut adalah hadist yang menunjukan keistimewaan jika kita memiliki sifat lunak dalam berdagang, hutang dan larangan mengurangi timbangan:

1. Dari Abu hurairah ra

Bahwasanya seseorang datang kepada Nabi saw untuk menagih hutang dengan cara yang sangat kasar, sehingga para sahabat bermaksud memukulnya. Tetapi beliau segera bersabda: “Biarkan saja, karena bagi orang yang mempunyai hak itu bebas berbicara.” Kemudian beliau bersabda: “Berikan kepadanya seekor unta yang umurnya sama dengan unta yang aku utang.” Para sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, kami tidak mendapati unta seperti itu. Kami hanya punya unta yang umurnya lebih tua.” Beliau bersabda: “Berikan unta itu, karena sesungguhnya sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik dalam membayar utang.” Muttafaq alaih (HR. Bukhari: 2306 dan Muslim: 1601)

Baca Juga:  Menjenguk Orang Sakit di Doakan 70.000 Malaikat!

2. Dari Jabir ra

Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah merahmati seseorang yang toleran ketika ia menjual, toleran ketika ia membeli, dan toleran ketika ia menagih hutang.” (HR. Bukhari: 2076)

3. Dari Abu Qatadah ra

Ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari kesulitan-kesulitan hari kiamat, hendaklah ia memberikan kemudahan kepada orang miskin, atau hendaklah ia membebaskan hutang orang miskin.” (HR. Muslim: 1563)

4. Dari Abu Hurairah ra

Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Ada seseorang yang biasa memberi hutang kepada orang lain dan selalu berpesan kepada pelayannya: “Jika kamu menagih orang yang tidak bisa membayar, maafkan ia, niscaya Allah akan memaafkan kita. Dan ketiak ia bertemu Allah, ia pun dimaafkan-Nya.” Muttafaq alaih (HR. Bukhari: 2077 dan Muslim: 1562)

5. Dari Abu Mas’ud Al-Badri ra

Ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada seseorang sebelum kalian dahulu sedang dihisab. Ternyata dia tidak mempunyai amal kebaikan sedikitpun, namun dia adalah orang kaya yang biasa memberi hutang kepada orang lain, dan dia menyuruh pelayan-pelayannya untuk memaafkan orang yang tidak bisa membaya hutangnya, kemudian Allah swt berfirman: “Kami pantas memaafkannya. Maka maafkanlah dia.” (HR. Muslim: 1561)

6. Dari Khudzaifah ra

Ia berkata: “Seorang hamba Allah yang dikaruniai kekayaan sedang dihadapkan kepada Allah. Ia ditanya oleh Allah: “Apa yang telah kamu lakukan terhadap kekayaanmu di dunia?” –pada waktu itu semua orang tidak bisa berbohong- Ia menjawab: “Wahai Tuhanku, kekayaan yang Engkau karuniakan kepadaku aku gunakan untuk bermuamalah dengan sesama manusia. Dan salah satu kebiasaanku ialah bersikap toleran. Aku bisa memberikan kemudahan terhadap orang yang sedang dalam kesulitan.” Allah swt berfirman: “Aku lebih pantas untuk berbuat seperti itu.” Kata Ibnu Mas’ud: “Begitulah yang kami dengar dari Rasulullah.” (HR. Muslim: 1560)

Baca Juga:  Dalil Untuk Saling Tolong Menolong

7. Dari Abu Hurairah ra

Ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memberi tangguhan membayar hutang atas orang yang sedang dalam kesulitan atau membebaskannya, kelak pada hari kiamat Allah akan memberinya naungan di bawah naungan ‘Arasy ketika tidak ada naungan sama sekali selain naungan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi: 1306)

8. Dari Jabir ra

Bahwasanya Nabi saw membeli seekor unta darinya. Beliau menimbang dan memberikan kelebihan kepadanya. Muttafaq alaih (HR. Bukhari: 2604 dan Muslim:115/715)

9. Dari Abu Shafwan Suwaid ibn Qais ra

Ia berkata: “Saya dan Mukarramah Al Abdi membawa dagangan dari Hajar. Nabi saw datang kepada kami dan menawar beberapa potong celana. Saya mempunyai tukang timbang yang saya gaji. Beliau bersabda: “Timbanglah dan lebihi.” (HR. Abu Dawud: 3336 dan At-Tirmidzi: 1305. Kata At-Tirmidzi)

Terimakasih telah melihat artikel 9 Keistimewaan Jika Kita Memiliki Sifat Lunak Dalam Berdagang, Hutang & Larangan Mengurangi Timbangan, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button