Advertisement
Tanya Jawab

Kita tahu [ . . . ] masyarakat gemar menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Ada pihak swasta yang dapat menciptakan teknologi untuk mendaur ulang sampah plastik [ . . . ] bisa terus digunakan. [ . . . ], upaya ini tidak akan tercipta tanpa adanya dukungan kita, sebagai bagian dari masyarakat. Pemerintah pun punya andil besar untuk memberikan fasilitas yang memadai. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah?

Kita tahu [ . . . ] masyarakat gemar menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Ada pihak swasta yang dapat menciptakan teknologi untuk mendaur ulang sampah plastik [ . . . ] bisa terus digunakan. [ . . . ], upaya ini tidak akan tercipta tanpa adanya dukungan kita, sebagai bagian dari masyarakat. Pemerintah pun punya andil besar untuk memberikan fasilitas yang memadai. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah?

  1. jika, agar, oleh karena itu
  2. bahwa, agar, meski pun begitu
  3. bahwa, tetapi, namun
  4. jika, bahwa, jadi
  5. Semua jawaban benar

Jawaban: B. bahwa, agar, meski pun begitu.

Dilansir dari Ensiklopedia, kita tahu [ . . . ] masyarakat gemar menggunakan kemasan plastik sekali pakai. ada pihak swasta yang dapat menciptakan teknologi untuk mendaur ulang sampah plastik [ . . . ] bisa terus digunakan. [ . . . ], upaya ini tidak akan tercipta tanpa adanya dukungan kita, sebagai bagian dari masyarakat. pemerintah pun punya andil besar untuk memberikan fasilitas yang memadai. konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah bahwa, agar, meski pun begitu.

Terimakasih telah melihat artikel Tanya Jawab, semoga bermanfaat bagi para pembaca Cikijing.com.

Baca Juga:  Data dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak (UNICEF) menyebutkan 36 persen anak usia di bawah lima tahun ( berarti satu dari tiga anak) menderita kurang gizi kronis pada tahun 2012. Indonesia memiliki jumlah anak dengan pertumbuhan terhambat kelima terbanyak di dunia atau 7,8 juta anak. Kekurangan gizi tersebut berakibat permanen pada fisik dan kecerdasan. Salah satu penyebab kurang gizi adalah ketiadaan akses. Saat harga makanan cenderung mahal, jumlah anak balita dan ibu hamil kekurangan gizi bertambah. Tidak hanya dari keluarga miskin, tetapi juga yang hampir miskin. Asupan gizi buruk mempengaruhi ekonomi. Produk domestic bruto berkurang 1-3 persen. Apabila kita bangga menyebut Indonesia memiliki bonus demografi yang akan membawa Indonesia menjadi Negara dengan ekonomi terbesar ketujuh pada tahun 2030, itu mensyaratkan sumber daya manusia unggul.Opini penulis tajuk rencana tersebut adalah? - CIKIJING.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button