Advertisement
Tanya Jawab

pembagian waktu dalam sejarah

pembagian waktu dalam sejarah?

Jawaban

Ilmu sejarah diperlukan agar kita mengetahui berbagai peristiwa dan pengalaman umat manusia yang terjadi di masa lampau. Pada dasarnya, apa yang terjadi di masa kini merupakan hasil dari rentetan kejadian dari masa masa sebelumnya, oleh sebab itu sejarah memiliki konsep untuk mengetahui berbagai peristiwa di masa lampau. Konsep tersebut yaitu konsep berpikir kronologis, periodisasi, diakronik, dan sinkronik dalam Sejarah. Kronologis artinya pengetahuan tentang urutan waktu dari sejumlah peristiwa. Dengan demikian, yang dimaksud berpikir secara kronologis adalah kemampuan berpikir secara urut, dan berkesinambungan agar dapat memberikan gambaran utuh tentang suatu kejadian. Periodisasi merupakan pengelompokan atau pembabakan peristiwa-peristiwa sejarah tertentu berdasarkan ciri-ciri atau kriteria tertentu. Contohnya, pembabakan masa atau zaman sejarah Indonesia yang dimulai pada masa praaksara, Hindu-Budha, Islam, Kolonialisme, Pergerakan Nasional sampai Kemerdekaan. Konsep berpikir diakronik artinya berpikir mengenai peristiwa sejarah secara menyeluruh tetapi terbatas dalam ruang dan lebih mementingkan proses. Berpikir sinkronik artinya mempelajari sejarah dalam kurun waktu tertentu, tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas. Dengan demikian pembagian waktu dalam sejarah disebut periodesasi.

Terimakasih telah melihat artikel Tanya Jawab, semoga bermanfaat bagi para pembaca Cikijing.com.

Baca Juga:  Matahari sebagai pusat sistem tata surya memiliki karakteristik?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button